Install harddisk tambahan di Linux-Ubuntu Server

Katakanlah saat ini anda sudah memakai Linux-Ubuntu sebagai File Server menggunakan Samba, dan harddisk yang tersedia saat ini sudah tidak mampu lagi untuk menampung data. Apa yang harus anda lakukan? Menambah harddisk bukan?

Oke, dalam tulisan ini saya akan sedikit berbagi tentang bagaimana meng-install harddisk tambahan. Saya berasumsi bahwa anda sudah tahu bagaimana memasang harddisk dengan benar, baik itu sebagai master ataupun slave.

Pertama, buka terminal  dan jalankan perintah sebagai berikut:

#fdisk -l

Maka akan tampil daftar harddisk yang terinstall, contoh:

Disk /dev/hda: 40.0 GB, 40020664320 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 4865 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/hda1 * 1 4678 37576003+ 83 Linux / Dev/hda1 * 1 4678 37576003 + 83 Linux
/dev/hda2 4679 4865 1502077+ 5 Extended / Dev/hda2 4679 4865 1502077 + 5 Extended
/dev/hda5 4679 4865 1502046 82 Linux swap / Solaris / Dev/hda5 4679 4865 1502046 82 Linux swap / Solaris


Pada windows, harddisk biasanya ditandai dengan huruf (a:/, c:/, d:/ dst). Linux pun sama, tapi dalam format yang berbeda. Semua perangkat ditandai ‘device’ atau /dev, dan perangkat yang di tandai dengan /hd itulah yang disebut sebagai harddisk/’hard drive’.

Jadi jika anda mempunyai 2 harddsik dan 1 CD-ROM –maka anda mempunyai 3 perangkat yang masing2 akan ditandai hda, hdb dan hdc. Berikutnya adalah jumlah partisi. Jika harddisk utama adalah Linux –anda mempunyai 3 partisi, maka yang muncul adalah hda1, hda2 dan hda5. Nomor partisi tidak selalu dalam urutan logis, namun hda5 adalah selalu partisi swap.

Perlu diketahui jika anda bisa melihat partisi dengan perintah fdisk -l, maka anda bisa me-‘muat’-nya. Tapi sebelumnya anda harus membuat direktori yang biasa disebut dengan “mount point”. Istilahnya ‘muat harddisk dari direktori ini’.

Pastikan anda tidak menggunakan special character dalam penamaan harddisk contoh : ‘newhdd’. Jalankan perintah :

#mkdir /media/newhdd

Berikutnya inilah yang paling penting, yang tidak pernah saya temukan di situs2 referensi. Anda harus membuatnya ‘writable’ . Dengan kata lain anda harus memberikan hak akses untuk bisa menulis dan menghapus selama anda bertindak sebagai “root”. Jalankan perintah berikut :

#chmod 777 /media/newhdd

Jika Anda ingin me-mount drive Anda segera, dan Anda tidak peduli apakah itu di-mount secara otomatis setiap kali anda boot,  jalankan perintah berikut:

#mount /dev/hdd1 /media/newhdd

Tada! Harddisk anda akan muncul, namun bersifat sementara. Untuk membuatnya permanen setiap booting up, anda perlu meng-edit file filesystem anda. Jalankan perintah berikut :

#vi /etc/fstab

Anda akan melihat tampilan kurang lebih seperti ini :

# /etc/fstab: static file system information.
#
# proc /proc proc defaults 0 0
/dev/hda1 / ext3 defaults,errors=remount-ro 0 1
/dev/hda5 none swap sw 0 0
/dev/hdb1 /media/hdb1 ext3 defaults 0 0
/dev/hdc /media/cdrom0 udf,iso9660 user,noauto 0 0
/dev/fd0 /media/floppy0 auto rw,user,noauto 0 0

Yang harus Anda lakukan adalah menambahkan baris baru untuk drive baru.

/dev/hdd1 /media/newhdd ext3 defaults 0 0

Pastikan bahwa nama harddisk anda adalah hdd1 atau bisa dalam nama yang lain. Simpan.
Sekarang Anda akan memiliki harddiske baru terpasang dan ditulis dengan baik setiap kali Anda boot. Untuk membuat  harddisk muncul saat itu juga, tanpa me-reboot –reload file fstab anda dengan perintah berikut:

#sudo mount -a

Selesai sudah, nikmati harddisk baru anda. Selamat mencoba.

sumber : www.smorgasbord.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 1 =