SCP/SSH Otomatis di Linux Ubuntu

Ada kalanya para administrator dituntut untuk melakukan beberapa kegiatan rutin, baik itu setiap hari atau dalam skala waktu tertentu pada server mereka. Salah satunya adalah backup mungkin, dimana server tertentu diharuskan melakukan kegiatan backup setiap hari. Misalnya hasil backup tersebut harus di pindahkan ke server lain atau biasanya hal ini disebut DRC (Disaster Recovery Center).

Kegiatan ini tentunya tidak akan dilakukan secara manual oleh sang administrator, untuk melakukannya secara otomatis ada sebuah service pada linux bernama crontab. Untuk penjelasan mengenai crontab akan dibahas di posting berikutnya, jadi untuk saat ini kita akan fokus pada pembahasan sesuai judul.

Ketika melakukan SSH atau SCP biasanya kita akan diminta memasukkan password, tentu bukan ini yang kita inginkan karena kegiatan scp ini akan berjalan secara otomatis. Jadi sebelum membuat shell script untuk backup kita harus melakukan beberapa hal supaya ketika running scp/ssh kita tidak akan diminta password.

Skenario :
Server A = Server yang akan melakukan daily backup
Server B = Server yang akan menampung hasil backup dari Server A 
Step 1
Login ke Server A sebagai root lalu jalankan perintah ini :

ssh-keygen -b 1024 -t dsa

aplikasi ssh-keygen akan membuat 2 file : private key (dengan nama “id_dsa”) dan public key (dengan nama “id_dsa.pub”) sepanjang 1024 byte dengan enkripsi DSA di folder /home/user/.ssh
Catatan : 
  • jangan mengisi passphrase.
  • Folder berawalan “titik” menandakan hidden folder yang tidak akan nampak dengan perintah “ls” saja. 
Step 2
Login ke Server B sebagai user biasa ($) bukan sebagai root (#) dan buatlah file di /home/user/.ssh/authorized_keys dengan mode 600.
Step 3
Copy kan isi file id_dsa.pub  dari Server A (pastikan hanya ada 1 baris didalam file tersebut), lalu paste di file /home/user/.ssh/authorized_keys

Setelah semua selesai, seharusnya ketika Server A melakukan SSH ataupun SCP maka tidak akan dimintai password dan auto login ssh/scp di linux atu login otomatis di linux pun sudah berhasil kita lakukan. Jika hal itu terjadi berarti anda tidak melakukan langkah-langkah tadi dengan benar.

Selamat mencoba, jika anda mendapat permasalahan yang menyulitkan silahkan posting di komentar. Dengan senang hati saya akan membantu 🙂
Semoga bermanfaat,
Salam penguin! 🙂
sumber : http://tricktux.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 7 =